FAQ Water Treatment Boiler: TDS, pH, Hardness dan blowdown pada boiler
- Samson Indonesia Boiler

- 14 Jan
- 6 menit membaca
Pada sistem steam boiler air ibarat darah boiler. kalau kualitas air tidak dijaga, boiler akan cepat berkerak, korosi, dan menghasilkan steam basah yang merusak proses serta peralatan. Di sini adalah pertanyaan umum (frequently ask question) mengenai pengelolan air untuk steam boiler. Di sini menjelaskan parameter paling penting pada air umpan dan air boiler, apa bedanya softener vs RO vs chemical dosing, dan cara memahami blowdown yang benar agar TDS terkendali.
Sebagai penyedia steam boiler dan sistem pendukungnya, Samson Indonesia Boiler membantu industri menyusun solusi water treatment yang realistis dan aman. Mulai dari pemilihan alat, pengaturan dosing, hingga checklist kontrol harian/mingguan. Tujuannya bukan hanya boiler jalan, tetapi steam yang dihasilkan lebih kering, stabil, dan efisien untuk produksi.
1) Kenapa water treatment wajib untuk steam boiler? Apa risiko kalau diabaikan?
Boiler boleh sebagus apa pun, tapi kalau kualitas air buruk, performa turun dan risiko kerusakan naik sangat cepat. Risiko paling umum kalau water treatment diabaikan:
A. Kerak (scale) di pipa/permukaan pemanas
Hardness (kalsium & magnesium) akan mengendap jadi kerak. Kerak itu seperti “selimut” yang menghambat perpindahan panas. Akibatnya:
konsumsi bahan bakar naik,
pemanasan jadi lambat,
pipa/tube bisa overheat dan rusak.
B. Korosi (corrosion) dan kebocoran
Oksigen terlarut, pH yang salah, serta kontaminan seperti klorida bisa memicu karat dan pitting. Ini sering berujung pada:
kebocoran tube,
kerusakan economizer,
downtime dan biaya perbaikan besar.
C. Carryover / foaming (uap membawa air/impurities)
Air boiler yang terlalu “kotor” (TDS tinggi) dapat berbusa, lalu terbawa ke steam line. Dampaknya:
steam jadi “basah” (wet steam),
kualitas proses turun,
valve/trap/peralatan hilir cepat rusak.
D. Safety & reliabilitas turun
Masalah air sering terlihat sebagai gejala operasional: level tidak stabil, trip, tekanan naik-turun, dan performa burner tidak konsisten karena load kacau.
Karena itu, water treatment bukan hanya alat bantu tapi merukan bagian sistem inti steam boiler. Untuk kebutuhan industri di Indonesia, Samson Indonesia Boiler merekomendasikan pendekatan yang pragmatis, kualitas air dijaga dengan kombinasi pretreatment (softener/RO), chemical dosing, dan monitoring & blowdown yang disiplin.
2) Apa perbedaan softener, RO, dan chemical dosing untuk boiler?
Tiga istilah ini sering dianggap sama, padahal fungsinya berbeda dan saling melengkapi.
A. Water Softener (Softener)
Softener bekerja dengan resin ion-exchange untuk menghilangkan hardness (Ca²⁺ dan Mg²⁺). Tujuan dari ini adalah mencegah kerak (scale).
Berguna untuk penggunaan air tanah atau PDAM yang hardness-nya tinggi.
Namun water softener tidak menghilangkan TDS (total dissolved solids) secara total.
B. RO (Reverse Osmosis)
RO adalah filtrasi membran yang mengurangi TDS (total dissolved solids) secara signifikan, termasuk banyak ion terlarut. RO menghilangkan kadar TDS bisa hingga hampir nol. Hasilnya air lebih bersih untuk boiler.
RO sangat berfungsi untuk mengurangi TDS, menstabilkan kualitas air, menekan beban blowdown.
Namun biaya implementasi untuk reverse osmosis sangat tinggi, Hal ini di sebabkan banyaknya alat yang di gunakan untuk menghasilkan kebersihan air yang maksimum
C. Chemical Dosing (Bahan Kimia Boiler)
Chemical dosing adalah penambahan bahan kimia terukur untuk mengontrol kimia air di sisi feedwater maupun boiler water. Contohnya:
pH/alkalinity adjuster (menjaga pH dan alkalinitas),
oxygen scavenger (mengurangi oksigen terlarut pemicu korosi),
phosphate/dispersant (mengikat hardness sisa dan mencegah deposit),
antifoam (mengurangi foaming/carryover),
condensate line treatment (melindungi pipa kondensat dari korosi).
Kesimpulan cepat:
Water softener = fokus hardness (anti kerak)
Reverse osmosis = fokus TDS (air lebih “murni”)
Chemical dosing = kontrol kimia internal (anti korosi, anti carryover, stabilitas)
Di lapangan, banyak pabrik yang mengabaikan alat alat pembersih air ini untuk menekan biaya dan budget. Tapi nyatanya alat di atas sangat penting untuk menjaga umur steam boiler.
Samson Indonesia Boiler bisa menyediakan unit steam boiler sekaligus paket pendukungnya seperti softener, RO, dosing pump, chemical, serta instalasi & commissioning agar satu sistemnya nyambung dari awal.
3) Berapa parameter air boiler yang harus dijaga (TDS, pH, hardness, dll)? Itu artinya apa?
Parameter air dibagi dua area penting pertama adalah feedwater (air umpan) dan kedua adalah boiler water (air di dalam boiler). Target angka spesifik bisa berbeda tergantung desain boiler, tekanan kerja, dan rekomendasi pabrikan tetapi jenis parameternya umumnya sama.
Berikut parameter kunci dan maknanya:
A. TDS / Conductivity (Total Dissolved Solids / Konduktivitas)
Apa itu: total “garam terlarut” di air (indikasi seberapa “kotor” air dari sisi mineral).
Kenapa penting: TDS tinggi meningkatkan risiko foaming/carryover, membuat steam lebih mudah basah, dan memaksa blowdown lebih sering.
Kontrolnya: pretreatment (RO), blowdown terukur, dan manajemen condensate return.
B. pH
Apa itu: ukuran keasaman/kebasaan.
Kenapa penting: pH terlalu rendah memicu korosi; pH terlalu tinggi bisa memicu masalah kimia tertentu dan memperparah foaming bila tidak seimbang dengan alkalinitas.
Kontrolnya: chemical dosing (alkalinity/pH adjuster) dan monitoring rutin.
C. Hardness (biasanya dinyatakan sebagai CaCO₃)
Apa itu: “kekerasan” air akibat kalsium & magnesium.
Kenapa penting: penyebab utama kerak (scale). Kerak = panas sulit pindah = boros bahan bakar + risiko tube overheat.
Kontrolnya: softener (utama), plus phosphate/dispersant (penjaga).
D. Alkalinity (P-alkalinity / M-alkalinity)
Apa itu: kemampuan air menetralkan asam (buffer).
Kenapa penting: berhubungan dengan stabilitas pH dan potensi foaming.
Kontrolnya: dosing yang tepat dan blowdown sesuai.
E. Silica (SiO₂)
Apa itu: kandungan silika terlarut.
Kenapa penting: bisa membentuk deposit keras dan pada kondisi tertentu terbawa ke steam (terutama bila tidak dikontrol), mengganggu kualitas steam dan permukaan pemanas.
Kontrolnya: RO sangat efektif menurunkan silika; blowdown dan kontrol kimia juga berperan.
F. Dissolved Oxygen (O₂ terlarut) & Carbon Dioxide (CO₂)
Apa itu: gas terlarut di air.
Kenapa penting: O₂ adalah musuh korosi paling umum; CO₂ bisa menyebabkan korosi di jalur kondensat.
Kontrolnya: deaeration (bila ada), oxygen scavenger, kontrol pH, dan pengelolaan condensate.
G. Chloride (Cl⁻), Iron (Fe), Copper (Cu), dan Oil/Contaminants
Kenapa penting: klorida mempercepat korosi; Fe/Cu indikasi korosi yang sudah terjadi; oil menyebabkan foaming dan carryover.
Kontrolnya: kualitas sumber air, pemisahan kontaminan, serta investigasi bila ada anomali.
Samson Indonesia Boiler dapat membantu meneliti kualitas air anda dan memberikan rekomendasi untuk perusahaan pengguna steam boiler untuk menjaga steam boiler agar berumur panjang.
4) Apa itu blowdown pada steam boiler?
Blowdown adalah proses mengeluarkan sebagian air dari boiler untuk membuang akumulasi TDS, sludge, dan kontaminan yang tidak ikut menguap menjadi steam. Karena steam yang keluar adalah uap “bersih”, maka mineral/garamnya tertinggal dan lama-lama menumpuk di boiler water. Blowdown adalah cara mengendalikan penumpukan itu.
Ada dua konsep umum:
Bottom blowdown (intermittent): untuk membuang sludge/partikel yang mengendap di bawah (biasanya dilakukan dalam “burst” singkat).
Continuous blowdown: untuk mengendalikan TDS/konduktivitas secara lebih stabil (bisa manual atau otomatis tergantung sistem).
Blowdown yang benar membuat:
kualitas steam lebih kering dan stabil,
risiko foaming/carryover turun,
umur boiler lebih panjang.
5) Seberapa sering blowdown dilakukan, dan bagaimana prosedurnya?
Frekuensi blowdown tidak bisa “satu angka untuk semua” karena bergantung pada:
kualitas air make-up (TDS/hardness),
persentase condensate return,
target TDS boiler water,
beban operasi dan tekanan kerja.
Namun prinsipnya sederhana: blowdown dilakukan berdasarkan hasil monitoring (TDS/konduktivitas, dan kondisi sludge), bukan perkiraan.
Praktik frekuensi yang umum (logika operasional)
Jika TDS/konduktivitas naik → blowdown dinaikkan (atau tambahkan continuous blowdown/otomasi).
Jika sumber air berubah (misalnya musim hujan/kemarau, PDAM vs air tanah) → setelan blowdown sering perlu disesuaikan.
Jika sering terjadi wet steam/foaming → evaluasi TDS dan pola blowdown (serta chemical dosing).
Prosedur blowdown (aman & rapi)
Pastikan kondisi aman
Operator pakai APD (sarung tangan, faceshield, safety shoes). Pastikan pipa blowdown menuju blowdown tank/cooling system yang benar.
Cek tekanan & level
Blowdown dilakukan saat kondisi operasi stabil. Pastikan level air aman dan instrumen berfungsi.
Bottom blowdown dilakukan singkat (burst)
Buka valve dengan benar sesuai urutan (tergantung desain 1 valve/2 valve). Umumnya dilakukan singkat beberapa detik lalu tutup, bisa diulang beberapa kali daripada dibuka lama. Tujuannya mengangkat endapan tanpa “menguras” boiler berlebihan.
Catat hasilnya (wajib untuk kontrol)
Catat waktu, durasi, indikasi konduktivitas/TDS sebelum-sesudah, dan kondisi air. Ini membuat kontrol jadi konsisten dan mudah diaudit.
Evaluasi ulang parameter air
Setelah blowdown, cek kembali konduktivitas/TDS dan pastikan dosing tetap sesuai.
6) Kenapa steam basah (wet steam) berbahaya untuk proses dan peralatan?
Wet steam adalah steam yang mengandung tetesan air (kualitas steam rendah). Ini sering terjadi karena carryover, TDS tinggi, foaming, desain steam line yang kurang tepat, atau drain/trap bermasalah. Dampaknya bisa serius:
A. Efisiensi proses turun
Steam basah membawa air cair yang tidak memberi panas laten seefektif uap jenuh, sehingga pemanasan jadi lebih lambat dan hasil proses kurang konsisten.
B. Water hammer (pukulan air) & getaran
Tetes air yang terbawa bisa memicu water hammer di pipa—berbahaya untuk pipa, valve, flange, bahkan bisa menyebabkan kebocoran atau kerusakan mekanik.
C. Erosi valve, steam trap, dan peralatan hilir
Droplet air dengan kecepatan tinggi dapat mengikis komponen, memperpendek umur steam trap dan control valve.
D. Kualitas produk bisa terganggu
Di F&B, wet steam bisa mengganggu kualitas heating, sterilisasi, bahkan repeatability batch.
Cara mencegah wet steam biasanya kombinasi:
water treatment & kontrol TDS (termasuk blowdown),
pemilihan & maintenance steam trap,
desain pipa & drain yang benar,
kontrol beban dan operasi.
Kesimpulan water treatment untuk steam boiler
Jika Anda ingin boiler lebih awet, hemat, dan steam lebih kering/stabil, mulailah dari air: monitoring parameter + pretreatment (softener/RO) + chemical dosing + blowdown yang disiplin. Samson Indonesia Boiler tidak hanya menyediakan unit steam boiler, tetapi juga dapat membantu menyiapkan paket water treatment dan SOP operasional agar performa boiler konsisten untuk kebutuhan industri.




Komentar