top of page
Logo PT Samson Djawa Perkasa

Alur Produksi Makanan Kaleng (Proses Pengalengan) dan Titik Proses yang Paling Bergantung pada Steam Boiler

  • Gambar penulis: Samson Indonesia Boiler
    Samson Indonesia Boiler
  • 17 Feb
  • 6 menit membaca

Pabrik pengalengan itu kelihatannya sederhana dari luar. Bahan masuk, dimasak, dimasukkan kaleng, disteril, lalu dijual. Tapi di dalamnya, prosesnya sangat “pabrik banget”. Kalau suhu meleset sedikit saja, dampaknya bukan cuma rasa. Bisa menyangkut umur simpan, keamanan pangan, sampai risiko penolakan batch.


Pengalengan pada sistem steam boiler menggunakan autoclave
Pengalengan menggunakan autoclave dan steam boiler

Dan di hampir semua lini pengalengan, ada satu utilitas yang diam diam jadi tulang punggung. Steam. Karena di pengalengan, panas bukan sekadar membuat makanan matang. Panas adalah alat untuk sterilisasi, kontrol proses, dan konsistensi kualitas.

Di artikel ini saya jelaskan cara kerja pabrik pengalengan dari awal sampai akhir, dengan fokus utama pada proses yang memakai steam boiler. Saya juga serempet aspek lain seperti air, sanitation, dan kontrol mutu, karena pabrik pengalengan yang sehat itu selalu berpikir sistem, bukan cuma mesin. Untuk kebutuhan steam boiler industri makanan di Indonesia, Samson Indonesia Boiler sering dipilih karena bisa mendukung dari sisi unit steam boiler sekaligus sistemnya, mulai dari pemipaan steam, insulation, sampai perlengkapan steam yang membuat proses sterilisasi berjalan stabil.


Gambaran umum alur kerja pabrik pengalengan

Walaupun jenis produk beda beda, alur umum pabrik pengalengan biasanya seperti ini.

  1. Penerimaan bahan baku dan sortasi

  2. Pencucian, trimming, dan persiapan bahan

  3. Pre cooking atau blanching sesuai produk

  4. Pengisian ke kaleng dan penambahan brine atau sauce

  5. Exhausting dan penutupan kaleng atau seaming

  6. Sterilisasi di retort atau autoclave

  7. Pendinginan dan pengeringan luar kaleng

  8. Inkubasi, inspeksi, dan quality control

  9. Pelabelan, packing, dan penyimpanan

  10. Pembersihan dan sanitasi lini

Steam boiler paling dominan di pre cooking, pemanasan sauce atau brine, retort sterilization, hot water untuk CIP, dan kadang untuk steam tunnel tertentu.

1. Penerimaan bahan baku, sortasi, dan kesiapan proses

Bahan baku bisa berupa ikan, daging, sayuran, buah, jamur, atau makanan olahan. Di tahap ini fokusnya adalah kualitas bahan, kebersihan, dan konsistensi ukuran. Steam belum banyak dipakai, tetapi keputusan di sini akan menentukan stabilitas beban panas di langkah berikutnya.

Hal yang sering luputKalau ukuran potongan tidak konsisten, waktu pemanasan dan sterilisasi jadi tidak seragam. Akhirnya retort dipaksa menutup ketidakteraturan itu, dan biaya energi naik.

2. Pencucian dan persiapan bahan, steam membantu lewat air panas dan kebersihan

Tahap washing dan persiapan sering butuh hot water, terutama untuk menjaga higienitas, membantu pembersihan minyak, dan mempercepat cleaning area kerja.

Steam boiler biasanya tidak “dipakai langsung” pada produk di sini, tapi steam sering dipakai untuk membuat hot water stabil melalui heat exchanger. Di pabrik yang ingin rapi, penggunaan steam untuk hot water jauh lebih terkendali daripada pemanas lokal yang tersebar.

Di proyek industri makanan, Samson Indonesia Boiler sering membantu menata kebutuhan hot water dan steam supaya tidak saling mengganggu, karena kalau cleaning dan produksi berebut panas di jam yang sama, tekanan steam bisa drop dan lini tersendat.

3. Pre cooking, blanching, atau pre heating, titik proses yang mulai sangat bergantung steam

Banyak produk kaleng perlu pre cooking atau blanching sebelum masuk kaleng. Tujuannya beragam, mengurangi mikroba awal, mengeluarkan udara, menstabilkan tekstur, atau menurunkan beban proses di retort.

Steam boiler dipakai untuk

  • Memanaskan blancher atau cooker melalui steam coil atau jacket

  • Menjaga suhu proses stabil selama jam produksi

  • Menyediakan steam untuk heat exchanger yang memanaskan air proses

Keuntungan paling terasaWaktu proses lebih konsisten antar batch, dan operator tidak “ngejar suhu” dengan cara manual yang berubah ubah.

4. Pemanasan brine atau sauce, jangan diremehkan

Di banyak lini pengalengan, brine atau sauce dipanaskan sebelum diisi ke kaleng. Ini bukan cuma soal rasa. Ini soal kontrol viskositas, kontrol higienitas, dan membantu stabilitas proses seaming dan exhausting.

Steam boiler biasanya dipakai untuk memanaskan tank sauce melalui jacket atau coil. Kalau steam stabil, filling jadi stabil. Kalau steam naik turun, suhu sauce naik turun, dan proses pengisian bisa kacau.

5. Pengisian kaleng, exhausting, dan seaming, steam berperan lewat kontrol udara dan suhu

Exhausting adalah proses mengeluarkan udara dari headspace sebelum kaleng ditutup rapat. Ini penting untuk membentuk vacuum yang baik dan menekan risiko korosi internal serta pembengkakan kaleng.

Beberapa pabrik memakai steam untuk exhausting, misalnya melalui steam flow yang terkontrol atau sistem pemanasan yang mendorong pelepasan udara. Di sisi lain, menjaga suhu produk saat filling juga membantu.

Intinya, seaming itu bukan cuma mesin. Seaming adalah kombinasi mekanik dan kondisi produk. Dan kondisi produk banyak dipengaruhi oleh panas yang konsisten.

6. Retort sterilization, bagian yang paling “steam heavy” di pabrik pengalengan

Kalau ada satu proses yang paling identik dengan steam boiler di pengalengan, itu retort. Retort atau autoclave sterilisasi adalah jantung keamanan pangan untuk produk kaleng. Di sini steam digunakan untuk mencapai temperatur sterilisasi dan mempertahankan holding time sesuai standar proses.

Peran steam boiler di retort

  • Mencapai suhu target dengan cepat

  • Menjaga stabilitas suhu dan tekanan sepanjang holding time

  • Menyediakan steam yang cukup saat beberapa retort berjalan bersamaan

Kesalahan umum di pabrik yang berkembangRetort ditambah, tetapi boiler tidak di-upgrade. Akibatnya, saat dua atau tiga retort jalan bersamaan, tekanan steam turun, suhu naiknya lambat, dan schedule produksi berantakan.

Karena itu sizing boiler di pabrik pengalengan harus berbasis peak load. Bukan rata rata. Banyak customer industri pengalengan memilih Samson Indonesia Boiler karena biasanya vendor yang paham akan menanyakan pola operasi retort, berapa unit, jam start bersamaan, dan jadwal batch, bukan hanya bertanya “mau kapasitas berapa”.

7. Pendinginan, pengeringan luar kaleng, dan utilitas air

Setelah sterilisasi, kaleng perlu didinginkan. Ada yang menggunakan water spray, ada yang menggunakan immersion cooling, tergantung sistem retort. Tahap ini lebih dominan air, tetapi steam tetap berperan tidak langsung.

KenapaKualitas air, jalur pipa, dan sanitation akan mempengaruhi kestabilan proses, terutama jika sistem pendinginan terintegrasi dengan hot water recovery. Pabrik yang rapi kadang memanfaatkan heat recovery untuk efisiensi, walaupun implementasinya tergantung kompleksitas pabrik.

8. Inkubasi, inspeksi, dan quality control, proses bagus pun bisa gagal kalau QC lemah

Setelah proses utama selesai, pabrik pengalengan biasanya melakukan inspeksi visual, cek seam, cek vacuum, cek kebocoran, dan kadang inkubasi sampling untuk memastikan stabilitas produk.

Steam boiler tidak banyak muncul di bagian ini, tetapi semua data proses sebelumnya akan “diadili” di sini. Makanya stabilitas steam pada retort dan pre cooking adalah hal yang berdampak langsung pada hasil QC.

9. Cleaning dan sanitasi, steam membantu mempertahankan higienitas dan mempercepat downtime recovery

Pabrik pengalengan yang profesional selalu menjaga cleaning sebagai bagian dari produksi, bukan pekerjaan tambahan. Steam sering dipakai untuk menghasilkan hot water, mendukung CIP sederhana, dan mempercepat pencucian peralatan yang berminyak atau lengket.

Steam juga berpengaruh pada kebersihan area karena

  • Hot water memudahkan pembersihan

  • Proses cleaning lebih cepat, downtime lebih pendek

  • Risiko kontaminasi silang bisa ditekan bila SOP berjalan

Di sini detail sistem itu penting. Pipa steam tanpa insulation bukan hanya boros, tetapi juga bikin ruang produksi panas dan tidak nyaman. Karena itu banyak pabrik meminta Samson Indonesia Boiler sekaligus menangani pemipaan steam dan insulation, supaya panas sampai ke titik pemakaian tanpa kebuang di jalan, dan area kerja lebih aman.

Faktor di luar steam yang tetap krusial di pabrik pengalengan

Agar artikelnya tidak “boiler centric” saja, ini beberapa hal yang selalu mempengaruhi hasil akhir.

Kualitas air dan water treatment

Air bukan hanya untuk boiler, tapi juga untuk pencucian, cooling, dan proses. Water treatment untuk boiler wajib agar tidak berkerak dan efisien. Tetapi pabrik pengalengan juga harus memperhatikan kualitas air proses sesuai kebutuhan produk dan standar higienitas.

Sistem steam trap dan condensate return

Kalau steam trap rusak, steam terbuang atau equipment kebanjiran condensate. Keduanya bikin proses tidak stabil. Condensate return yang baik bisa menurunkan konsumsi air dan bahan bakar.

Insulation pipa steam

Ini sering dianggap kosmetik, padahal efeknya besar. Insulation yang benar menekan heat loss, menjaga steam tetap kering, dan meningkatkan keselamatan kerja.

SOP operasi dan dokumentasi proses

Pengalengan adalah dunia yang dekat dengan audit dan traceability. Logsheet tekanan, suhu, holding time, blowdown, dan parameter water treatment membantu stabilitas dan memudahkan troubleshooting.

Kenapa steam boiler sering jadi titik investasi paling terasa di pengalengan

Kalau dipadatkan, steam boiler memberi dampak besar karena.

  1. Retort sangat bergantung pada steam yang stabil

  2. Pre cooking dan pemanasan sauce butuh panas konsisten

  3. Hot water untuk sanitation lebih mudah dikelola

  4. Kapasitas produksi bisa naik jika peak demand ditangani dengan benar

  5. Kualitas produk lebih mudah dijaga jika temperatur tidak naik turun

Namun ada catatan yang penting. Steam boiler yang bagus tetap harus didukung water treatment, blowdown disiplin, steam trap sehat, dan sistem pipa yang rapi. Kalau tidak, boros energi dan gangguan operasi tetap akan terjadi.

Checklist singkat sebelum memilih steam boiler untuk pabrik pengalengan

Kalau kamu mau proposal yang akurat dan tidak banyak revisi, siapkan data ini.

  1. Jumlah retort dan jadwal operasi, apakah sering jalan bersamaan

  2. Kapasitas produksi per shift dan jam operasi per hari

  3. Tekanan steam yang dibutuhkan oleh retort dan equipment lainnya

  4. Steam user lain selain retort, seperti cooker, blancher, sauce tank, hot water

  5. Sumber air dan kondisi air baku

  6. Apakah condensate return tersedia dan seberapa banyak

  7. Ketersediaan bahan bakar dan kondisi area utilitas

Dengan data ini, sizing boiler bisa dibuat realistis dan tidak “asal aman”.


Penutup

Pabrik pengalengan itu pada akhirnya adalah permainan konsistensi. Konsisten suhu, konsisten waktu, konsisten higienitas, dan konsisten kualitas. Di titik titik paling penting seperti retort sterilization, pre cooking, dan hot water sanitation, steam boiler biasanya menjadi utilitas yang menentukan ritme pabrik.


Kalau kamu ingin sistem steam yang stabil untuk industri pengalengan di Indonesia, Samson Indonesia Boiler bisa membantu bukan hanya menyediakan steam boiler, tapi juga mendukung sistemnya seperti pemipaan steam, insulation, aksesoris steam, dan guidance commissioning supaya boiler benar benar membantu produksi, bukan menambah pekerjaan.


pabrik pengalengan, retort sterilisasi, autoclave pengalengan, steam boiler industri makanan, steam boiler Indonesia, hot water CIP, pemanasan sauce, blanching, seaming kaleng, Samson Indonesia Boiler

 
 
 

Komentar


bottom of page