top of page
Logo PT Samson Djawa Perkasa

Level control pada steam boiler

  • Gambar penulis: Samson Indonesia Boiler
    Samson Indonesia Boiler
  • 25 Sep 2025
  • 3 menit membaca

Dalam sistem kerja boiler, salah satu aspek paling penting namun sering kali tidak terlihat adalah pengaturan ketinggian air di dalam tangki atau drum uap. Ketinggian air yang tidak stabil bisa menjadi penyebab utama kerusakan boiler atau bahkan kecelakaan serius. Untuk itu, setiap unit boiler terutama model modern seperti SSBV-series dari Samson Indonesia Boiler dilengkapi dengan sistem level control yang berfungsi menjaga kestabilan air secara otomatis maupun manual. Di sinilah letak pentingnya memahami bagaimana level control boiler bekerja dan mengapa kontrol ini harus selalu dalam kondisi baik dan akurat.


Level control adalah sistem yang mengatur dan memantau posisi permukaan air di dalam boiler agar selalu berada dalam batas aman. Jika air terlalu rendah, maka pipa-pipa dan permukaan pemanas bisa menjadi terlalu panas dan retak akibat overheat. Sebaliknya, jika air terlalu tinggi, maka ruang uap berkurang, menyebabkan uap yang dihasilkan menjadi basah (wet steam) dan menurunkan efisiensi proses. Bahkan bisa berujung pada kerusakan peralatan downstream akibat carryover yakni terbawanya air bersama uap.


Pada dasarnya, sistem level control pada boiler terbagi menjadi dua: sistem otomatis (otomasi) dan sistem manual. Sistem manual biasanya berupa sight glass, yaitu tabung transparan yang terpasang di sisi luar drum boiler dan menunjukkan level air secara visual. Operator harus secara berkala memeriksa sight glass untuk memastikan ketinggian air berada di tengah tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. Namun, metode manual ini rentan terhadap kelalaian operator, keterlambatan respons, dan pengukuran yang tidak akurat.


Untuk itulah sistem kontrol otomatis menjadi sangat penting, terutama pada boiler modern seperti SSBV-series buatan Samson Indonesia Boiler, yang mirip dengan sistem pada Miura atau boiler Jepang lainnya. Dalam sistem ini, digunakan sensor level air yang bisa berupa float switch, probe konduktif, atau sensor level kapasitif. Sensor ini secara real-time membaca tinggi air dan mengirimkan sinyal ke panel kontrol otomatis. Jika level air menurun hingga mencapai batas bawah, maka pompa air umpan otomatis akan aktif untuk mengisi air. Sebaliknya, jika air melebihi batas atas, maka pompa akan berhenti, atau bahkan sistem akan memberi alarm jika terjadi kelebihan air yang membahayakan.


Pada SSBV-series, kontrol level air biasanya terhubung langsung ke kontrol panel burner, sehingga sistem secara otomatis menyesuaikan operasi berdasarkan level air yang terdeteksi. Ini membuat proses menjadi lebih efisien, aman, dan minim intervensi manusia. Selain itu, SSBV-series juga tetap dilengkapi dengan sight glass sebagai sistem backup visual, sehingga operator bisa melakukan verifikasi manual jika diperlukan.


Namun demikian, meskipun sistem otomatis ini sangat membantu, tetap ada potensi terjadinya gangguan atau kegagalan pada level control. Salah satu penyebab paling umum adalah endapan atau kerak pada sensor level, terutama jika air umpan tidak melewati sistem water treatment yang baik. Endapan ini bisa mengganggu pembacaan sensor dan menyebabkan data yang salah dikirim ke panel kontrol. Selain itu, kabel sensor yang longgar, kerusakan float switch, atau gangguan sinyal juga bisa menyebabkan kontrol level tidak bekerja sebagaimana mestinya.


Sight glass juga bisa bermasalah, misalnya tersumbat kerak, tertutup kabut, atau pipa kaca retak. Jika sight glass tidak dibersihkan secara berkala, operator bisa salah membaca level air, yang berpotensi membuat keputusan yang salah dalam pengisian air.


Kegagalan pada sistem level control sangat berisiko. Jika pompa air tidak aktif saat air habis, permukaan dalam boiler bisa menjadi terlalu panas dan memicu thermal stress atau bahkan tabung pecah. Jika air terlalu banyak, bisa menyebabkan benturan air dengan uap bertekanan tinggi, yang mengakibatkan ketidakstabilan sistem dan potensi water hammer di jalur pipa.


Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik atau operator boiler untuk melakukan pengecekan dan perawatan berkala terhadap sistem level control, baik itu yang otomatis maupun manual. Pastikan sensor tetap bersih dari kerak, sight glass dalam kondisi jernih dan bebas hambatan, serta kontrol panel bekerja dengan respons yang cepat dan akurat. Idealnya, lakukan uji fungsi setiap minggu dan lakukan kalibrasi sensor setiap beberapa bulan tergantung intensitas penggunaan boiler.


Samson Indonesia Boiler tidak hanya menyediakan boiler SSBV-series dengan sistem kontrol level yang canggih, tetapi juga memberikan layanan konsultasi teknis, pelatihan operator, serta jasa perawatan sistem kontrol otomatis dan peralatan pendukungnya. Kami memahami bahwa kestabilan dan keamanan boiler tidak hanya tergantung pada kualitas produk, tapi juga pada sistem monitoring yang handal dan operator yang memahami prinsip kerjanya.


Dengan kombinasi antara teknologi level control otomatis dan prosedur manual yang disiplin, Anda dapat memastikan bahwa boiler selalu bekerja di zona aman. Tidak hanya meningkatkan efisiensi energi, tapi juga memperpanjang umur pakai peralatan, mencegah downtime, dan tentu saja menjaga keselamatan kerja.


Investasi pada sistem level control yang baik bukanlah biaya tambahan, tetapi bagian dari perlindungan aset industri Anda. Dan di sinilah Samson Indonesia Boiler siap mendampingi Anda, dari instalasi hingga perawatan, untuk memastikan air dalam boiler Anda selalu berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat.

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar


bottom of page